Home Keuangan SHARE : Gadai Sertifikat Bukan Nama Sendiri 2018, Bisa Tidak Ya?

SHARE : Gadai Sertifikat Bukan Nama Sendiri 2018, Bisa Tidak Ya?

4 min read
0
0
SHARE : Gadai Sertifikat Bukan Nama Sendiri, Bisa Tidak Ya?

Artikel ini membahas tentang gadai sertifikat bukan nama sendiri. Bagi sebagian orang menggadaikan aset berharga berupa rumah atau tanah merupakan hal yang wajar.

Mengingat semakin berkembangnya kemajuan jaman membuat tuntutan biaya kebutuhan hidup juga ikut meningkat.

Saat ini seseorang dapat dengan mudah mendapat pinjaman uang dengan cara menggadaikan sertifikat yang menjadi solusi tercepat yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan finansialnya.

Advertisements

Sebab inilah banyak bank milik pemerintah maupun swasta berlomba-lomba memberikan fasilitas terbaik bagi nasabah yang ingin meminjam uang dengan sertifikat rumah atau tanah sebagai jaminannya.

Akan tetapi yang menjadi sumber permasalahan bagaimana menggadaikan sertifikat tetapi bukan atas namanya sendiri? Berikut ini sedikit ulasannya untuk anda.

Bisakah Gadai Sertifikat Bukan Nama Sendiri ???

Syarat peminjaman uang dengan menggadaikan sertifikat rumah atau tanah menurut peraturan harus menggunakan namanya sendiri. Tidak boleh atas nama orang lain. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat memunculkan perkara hukum.

Oleh sebab itu jika seseorang ingin meminjam uang dengan menggadaikan sertifikat sebaiknya menggunakan aset atas nama sendiri jangan gadai sertifikat bukan nama sendiri.

Solusi alternatif untuk proses pengajuan sertifikat yang bukan atas nama sendiri yaitu dengan cara melakukan balik nama untuk aset yang akan digadaikan.

Pengurusan balik nama sertifikat  membutuhkan waktu dan biaya, namun hal tersebut perlu dilakukan segera. Saat ini terdapat beberapa bank yang membantu untuk mengurus nama sertifikat tersebut dengan  catatan biaya ditanggung oleh peminjam yang akan langsung dipotong dari total pinjamannya.

Advertisements

Sertifikat yang sudah dibalik nama adalah Sertifikat Hak Milik (SHM) atas rumah ataupun tanah. SHM tersebut merupakan bukti kepemilikan yang kuat dan statusnya tidak memiliki batas waktu dan tidak membutuhkan perpanjangan. Baca Kredit Pembangunan Rumah BRI

SHM ini tentunya bisa menjadi jaminan yang digunakan untuk melakukan peminjaman perbankan atau pegadaian. Dalam kasus lain, menggadaikan sertifikat tetapi atas kepemilikan orang lain contohnya atas nama orang tua.

Hal ini dapat diselesaikan dengan proses salah satu orang tua masih hidup dan bersedia menandatangani perjanjian  pinjaman sebagai penjamin.

Begitu pula jika sertifikat tersebut adalah harta warisan yang diberikan kepada seluruh anggota keluarga, maka semua anggota keluarga harus menandatangani perjanjian sebagai wujud atas kebersediaan  sertifikat digadaikan sebagai jaminan.

Ketika suatu saat ada pihak yang merasa keberatan atas pengajuan pinjaman yang dilakukan dengan menjaminkan sertifikat rumah atau tanah milik orang tua, dan tidak bersedia menandatangani perjanjian tersebut, maka pengajuan tersebut tidak dapat diproses.

Begitu juga dengan kasus pengajuan dengan sertifikat atas nama orang tua yang telah meninggal, pengajuan tidak dapat diproses. Sertifikat harus dibalik nama terlebih dahulu dan kemudian melampirkan surat ahli waris. Baca Suku Bunga Pinjaman Bank BRI

Demikian sedikit pembahasan tentang gadai sertifikat bukan nama sendiri, kurang lebihnya semoga bermanfaat.

Advertisements
Load More Related Articles

Tinggalkan Balasan