Home Panduan Biaya Lain yang Harus Dibayarkan Selain Uang Muka Saat Kredit Mobil

Biaya Lain yang Harus Dibayarkan Selain Uang Muka Saat Kredit Mobil

7 min read
0
0
Biaya Lain yang Harus Dibayarkan Selain Uang Muka Saat Kredit Mobil

Saat melakukan kredit mobil, ada serangkaian biaya yang harus dibayarkan. Salah satunya adalah uang muka atau DP. Uang muka wajib dibayarkan sebelum kredit bisa berlangsung. Besarnya uang muka kredit mobil bervariasi antara 20% hingga 30%, tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan pembiayaan.

Selain uang muka, ada biaya-biaya lain yang harus dibayarkan saat melaksanakan kredit mobil. Nah, biaya apa sajakah itu? Simak penjelasannya berikut ini:

  1. Biaya Pemesanan atau Booking Fee

Biaya pemesanan atau booking fee adalah sejumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapat antrean pemesanan. Besarnya booking fee rata-rata adalah senilai Rp.5.000.000.

Advertisements
  1. Biaya Administrasi atau Biaya Provisi

Biaya administrasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk pelayanan administrasi yang kita terima. Tentu sebuah perusahaan pembiayaan juga membutuhkan dana agar proses administrasinya berjalan lancar. Baca 5 Metode Pembayaran Cicilan Kredit Mobil Silahkan Di Pilih

Besarnya biaya administrasi berbeda-beda, tergantung pada kebijakan tiap perusahaan pembiayaan. Contohnya pada Adira, biaya administrasi yang dikenakan adalah Rp.20.000 per transaksi.

  1. Biaya Fidusia

Biaya Fidusia adalah biaya yang dikeluarkan debitur saat BKPB mobil dibawa oleh perusahaan pembiayaan. Biaya Fidusia merupakan tanda kepercayaan antara debitur dan perusahaan pembiayaan. Bahwa, hak mobil tetaplah milik debitur, meski BPKB mobil dibawa oleh perusahaan pembiayaan sebagai jaminan. Biaya Fidusia ini telah diatur di UU No 42 Tahun 1999.

Jadi, fidusia yang dibayarkan nantinya akan didaftarkan oleh perusahaan pembiayaan ke pemerintah. Dengan begitu, saat angsuran kredit mobil macet atau bermasalah, pihak kepolisian-lah yang memiliki wewenang untuk menarik kembali mobil yang dikredit.

Jika pembayaran fidusia tidak dilaksanakan atau tidak didaftarkan secara resmi, ada kemungkinan justru debt collector yang ditugaskan untuk menarik mobil debitur.

  1. Biaya Asuransi

Asuransi adalah biaya yang dikeluarkan sebagai manajemen resiko ketika terjadi kecelakaan atau kehilangan pada mobil yang sedang kredit, sehingga dapat diganti oleh perusahaan asuransi. Asuransi pada mobil sangat penting mengingat resiko kecelakaan jalur darat yang tinggi.

Terdapat 2 jenis asuransi mobil, yakni Total Loss Only (TLO) dan All Risk. TLO berarti asuransi dapat diklaim ketika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan mobil sebesar 75% atau terjadi pencurian maupun perampasan mobil. Baca Kapan Plat Nomor dan STNK Bisa Diterima Setelah Mobil

Advertisements

Kerusakan 75% akan ditanggung oleh pihak asuransi karena besar kerusakan tersebut berarti mobil tidak bisa dipakai lagi. Hal ini sesuai dengan nama asuransi Total Loss Only.

Besarnya premi asuransi Total Loss Only telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Besarnya premi asuransi Total Loss Only adalah 0,20 – 0,78%. Besar premi asuransi TLO didasarkan pada harga mobil dan juga wilayah yang bersangkutan.

Sedangkan All Risk adalah jenis asuransi yang mencakup kecelakaan kecil (kurang dari 75%) hingga kecelakaan besar maupun kehilangan. Karena cakupan resikonya lebih luas, maka premi asuransi All Risk menjadi lebih mahal. Besarnya premi asuransi All Risk berkisar antara 1,05 – 4,20%. Besarnya premi asuransi All Risk tergantung pada harga mobil dan wilayah yang bersangkutan.

  1. Biaya Cicilan per Bulan

Saat melakukan kredit, tentu harus membayarkan cicilan per bulan untuk melunasi kredit. Cicilan per bulan merupakan hasil penambahan dari pokok kredit dan bunga. Besarnya cicilan per bulan yang harus dibayarkan tergantung pada besarnya pokok kredit, suku bunga dan masa pengembalian yang dipilih debitur.

  1. Biaya Keterlambatan Cicilan Mobil

Saat melakukan kredit mobil, tentu harus disiplin dalam membayarkan cicilan tiap bulannya. Kalau tidak, bersiap-siap saja untuk mendapat tagihan denda keterlambatan. Sebenarnya, beberapa pihak pembiayaan memberikan kelonggaran pembayaran cicilan, yakni mulai 1 – 3 hari. Namun jika lebih dari batas toleransi itu, tentu debitur akan dikenakan denda.

Di Adira contohnya, keterlambatan cicilan mobil akan dikenakan denda 0,2% dari jumlah cicilan per hari. Jadi, semisal nominal cicilan per bulan adalah Rp.5.000.000, maka denda yang dikenakan untuk keterlambatan 1 hari adalah Rp.10.000 per harinya. Besaran denda tentu berbeda-beda, tergantung pada ketentuan perusahaan pembiayaan. Baca Asuransi Apa Saja yang Akan Anda Dapatkan Jika Melakukan Kredit Mobil?

  1. Biaya Percepatan Pelunasan

Biaya percepatan pelunasan dikenakan saat debitur ingin melunasi kredit sebelum tenor yang telah menjadi ketetapan. Besarnya biaya percepatan pelunasan tiap perusahaan pembiayaan berbeda-beda.

Di Adira, percepatan pelunasan dikenai biaya 0,8% dari total kredit. Jadi, seumpama jumlah kredit adalah 300 juta, maka dikenakan Rp.2.400.000 jika ingin mempercepat pelunasan.

Advertisements
Load More Related Articles

Tinggalkan Balasan