Home Keuangan Biaya Apa Saja yang Diperlukan untuk Pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)?

Biaya Apa Saja yang Diperlukan untuk Pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)?

7 min read
0
0
Biaya Apa Saja yang Diperlukan untuk Pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)?

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah solusi bagi masyarakat untuk memiliki rumah idaman. Saat hendak mengajukan KPR, ada baiknya untuk menyiapkan uang lebih. Sebab ternyata pengajuan KPR membutuhkan biaya-biaya lain, selain uang muka atau DP (Down Payment).

Nah, kira-kira biaya apa saja yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR? Simak penjelasan tentang 8 biaya yang Anda perlukan untuk mengajukan KPR berikut ini.

  1. Uang Muka

Uang muka KPR adalah uang yang diserahkan sebelum proses kredit rumah dimulai. Uang muka KPR dibayarkan sekaligus dengan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPBJ). Surat ini ditandatangani di depan notaris yang telah disiapkan oleh bank. Besarnya uang muka berbeda-beda pada tiap banknya. Rata-rata besar uang muka adalah 5% dari pokok kredit.

Advertisements
  1. Biaya Notaris

Biaya notaris dibayarkan untuk melakukan cek sertifikat, balik nama sertifikat tanah, membuat akta kredit dan juga mengurusi dokumen-dokumen rumah yang lain. Biasanya bank menyiapkan notaris pada akad KPR. Baca Solusi Jika tidak Mampu Bayar Kartu Kredit

Namun tentu pembayaran notaris ini diserahkan kepada peminjam atau debitur. Biaya notaris yang dikenakan bisa berbeda-beda jumlahnya. Ketentuan biaya tersebut dipatok sendiri oleh notaris.

  1. BPHTB, PPn, PPnBM, dan AJB

BPHTB adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. PPn adalah Pajak Pertambahan Nilai. PPnBM adalah Pajak Penjualan Barang Mewah. Sementara AJB adalah Akta Jual Beli. Saat membeli rumah melalui KPR, biaya pajak dan dokumen tersebut harus dibayarkan oleh debitur.

Semua biaya diatas sifatnya wajib. Kecuali untuk PPnBM yang dikenakan jika rumah yang Anda beli luasnya lebih dari 150 m2.

  1. Biaya Provisi

Biaya provisi adalah biaya yang dikenakan bank kepada peminjam sebagai balas jasa peminjaman. Biaya provisi biasa dikenakan dalam berbagai jenis kredit, tidak hanya pada kredit pemilikan rumah saja. Besarnya biaya provisi pada tiap bank berbeda-beda.

Namun rata-rata besarnya adalah 1%. Biaya provisi mesti dibayarkan sebelum kredit berlangsung. Biaya provisi dikenakan sekali saja. Biaya provisi biasanya dipotong langsung dari pinjaman, sehingga peminjam tidak mendapat pinjaman dengan nominal utuh.

  1. Biaya Administrasi

Biaya administrasi adalah biaya yang dikenakan untuk administrasi pemrosesan Kredit Pemilikan Rumah. Biaya administrasi berbeda dengan biaya provisi. Besarnya pun berbeda-beda sesuai dengan ketentuan dari tiap bank. Baca Pinjaman Karyawan Jaminan Jamsostek

Advertisements
  1. Biaya Asuransi Jiwa

Biaya asuransi jiwa adalah biaya yang harus dibayarkan peminjam untuk berjaga-jaga apabila suatu saat peminjam tidak dapat membayar kredit karena meninggal dunia. Biaya asuransi jiwa ini adalah bentuk dari manajemen resiko yang dilakukan oleh bank.

Biaya asuransi jiwa ini sifatnya wajib. Dengan adanya asuransi jiwa ini, ketika peminjam meninggal dunia, maka kredit akan ditalangi oleh pihak asuransi. Asuransi jiwa ini memberikan keamanan bagi pihak bank maupun peminjam.

Bank tidak perlu was-was dengan resiko kehilangan uangnya dan peminjam tidak perlu membebankan kredit pada ahli waris apabila meninggal.

Besarnya biaya asuransi jiwa yang mesti dibayarkan tentu tergantung pada besarnya resiko si peminjam. Hal yang akan diperhitungkan dalam biaya asuransi adalah umur, status kesehatan, riwayat kesehatan, dan lain-lain. Besarnya premi asuransi juga tergantung pada ketentuan pihak asuransi. Jenis asuransi jiwa yang dikenakan pada KPR biasanya adalah asuransi jiwa murni (term life)

Biaya Apa Saja yang Diperlukan untuk Pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)?

  1. Biaya Asuransi Rumah

Biaya asuransi rumah adalah biaya yang dibebankan pada peminjam untuk berjaga-jaga jika ada hal buruk menimpa rumah yang sedang kredit. Resiko-resiko yang dimaksud adalah bencana alam ataupun kebakaran.

Jenis asuransi yang dikenakan pada rumah bisa bermacam-macam bentuknya. Ada jenis asuransi yang mau menanggung beberapa bencana saja, ada juga yang mau menanggung berbagai jenis bencana. Biaya asuransi rumah ini sifatnya wajib.

  1. Biaya Appraisal

Sebelum menyetujui KPR, pihak Bank akan melakukan survey pada properti yang hendak dibiayai. Biaya appraisal adalah biaya survey rumah yang harus dibayarkan oleh debitur. Besarnya biaya appraisal bervariasi, tergantung pada kebijakan tiap bank. Namun biasanya biaya appraisal berkisar antara Rp.350.000,- sampai Rp.1.000.000,-. Baca Cara Mudah Menghitung Simulasi KPR

Itulah 8 biaya yang harus Anda siapkan sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah. Pastikan Anda telah menyiapkan semua dengan cermat ya!

Advertisements
Load More Related Articles

Tinggalkan Balasan