Home Keuangan Begini Cara Mudah Menghitung Simulasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Begini Cara Mudah Menghitung Simulasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

6 min read
0
0
Begini Cara Mudah Menghitung Simulasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Cara Menghitung Simulasi KPR – Layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan oleh Bank dapat menjadi pilihan masyarakat saat membeli hunian. Namun, sebelum menyetujui KPR, ada baiknya untuk mengetahui simulasi KPR Anda. Nah, untuk menghitung simulasi KPR, tentu Anda harus tahu sistem bunga apa yang dikenakan pada KPR tersebut.

Ada beberapa sistem bunga KPR yang ditawarkan oleh bank. Ada sistem bunga flat (bunga tetap), bunga anuitas dan bunga efektif.

Apa perbedaan dari 3  sistem bunga tersebut? Bagaimana simulasi KPR berdasarkan sistem bunga yang berbeda-beda itu? Simak caranya berikut ini.

Advertisements
  1. Bunga flat (bunga tetap)

Bunga flat adalah sistem bunga yang penghitungannya berdasar besar bunga dikalikan pinjaman pokok awal. Jadi, besar cicilan yang dikenakan kepada peminjam setiap bulannya akan tetap sama (flat).

Rumus penghitungan bunga flat adalah:

Bunga per bulan = (P x i x t) : jb

P          = Pokok pinjaman awal

i           = Suku bunga per tahun

t           = Jangka waktu kredit (tahun)

jb         = Jangka bulan waktu kredit

Rumus penghitungan cicilan pokok adalah:

Cicilan pokok = Pokok pinjaman : Tenor

Semisal KPR Anda senilai 500 juta dengan tenor 240 bulan atau 20 tahun. Sedangkan bunga flat yang dikenakan adalah 6,9% per tahun. Uang muka yang harus Anda bayarkan adalah 10% dari pinjaman. Baca dulu Beberapa Alasan KPR Ditolak Bank

Jadi uang muka adalah senilai Rp.50.000.000,-. Sehingga pokok pinjaman Anda adalah Rp.450.000.000,-. Maka penghitungannya adalah:

Cicilan pokok              = Rp.450.000.000,- / 240 bulan

= Rp.1.875.000,-

Bunga per bulan         = (Rp.450.000.000,- x 6,9% x 20) : 240

= Rp. 2.587.500,-

Jadi cicilan per bulan yang harus Anda bayarkan adalah:

Cicilan per bulan         = Cicilan pokok + Bunga per bulan

= Rp.1.875.000,- + Rp. 2.587.500,-

= Rp.4.462.500,-

Jadi, dengan sistem bunga flat, Anda harus membayarkan cicilan KPR sebesar Rp.4.462.500,- selama 240 bulan.

  1. Bunga efektif

Sistem bunga efektif berarti besar bunga dikalikan dengan saldo pokok pinjaman sisa bunga sebelumnya. Pada sistem bunga efektif, jumlah cicilan tiap bulannya terus menurun.

Rumus sistem bunga efektif adalah:

Bunga = SP x i  x (30/360)

SP       = Saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya

i           = Suku bunga per tahun

30        = Jumlah hari dalam 1 bulan

360      = Jumlah hari dalam 1 tahun

Mari kita coba hitung pinjaman KPR pada bunga flat tadi, tapi kali ini menggunakan penghitungan bunga efektif.

Cicilan pokok              = Rp.450.000.000,- / 240 bulan

= Rp.1.875.000,-

Cicilan bulan ke 1       = Rp.1.875.000,- + Rp.2.577.150,-

= Rp. 4.452.150,-

Cicilan bulan ke 2       = Rp. 1.875.000,- + Rp.2.566.411,-

= Rp.4.441.441,-

Advertisements

Dapat dilihat bahwa jumlah ada penurunan jumlah cicilan dari bulan 1 ke bulan 2. Penurunan jumlah cicilan ini akan terus menurun di bulan-bulan berikutnya.  Dibandingkan dengan bunga flat, bunga efektif ini cenderung lebih menguntungkan. Baca Suku Bunga KPR Terendah

  1. Bunga anuitas

Bunga Anuitas adalah modifikasi dari sistem bunga efektif. Metode ini mengatur agar jumlah cicilan pokok dan bunga yang dibayarkan tetap sama tiap bulannya. Bedanya dengan bunga flat, komposisi cicilan pokok dan bunga yang dibayarkan berbeda-beda tiap bulannya.

Bank biasanya menggunakan aplikasi untuk menghitung bunga anuitas. Anda juga dapat menggunakannya dengan kalkulator KPR bunga anuitas yang tersedia secara online (http://kredit.co.id/simulasi-kredit-bunga-anuitas ).

Berikut adalah hasil simulasi KPR seharga 500 juta dengan bunga 6,9% selama 240 bulan/20 tahun apabila diberlakukan dengan sistem bunga anuitas.

Angsuran ke  Saldo pinjaman Angsuran pokok Bunga Total angsuran
1 Rp.500.000.000 Rp.971.539 Rp.2.875.000 Rp.3.846.539
2 Rp.499.028.461 Rp.977.125 Rp.2.869.414 Rp.3.846.539
3 Rp.498.051.336 Rp.982.744 Rp.2.863.795 Rp.3.846.539
4 Rp.497.068.592 Rp.988.395 Rp.2.858.144 Rp.3.846.539
5 Rp.496.080.197 Rp.994.078 Rp.2.852.461 Rp.3.846.539

Berdasar tabel diatas, dapat dilihat bahwa jumlah angsuran tiap bulannya adalah sama. Hanya saja ada perbedaan jumlah angsuran pokok dan bunga tiap bulannya.

Nah dari ketiga sistem bunga diatas, bisa disimpulkan bahwa saat merencanakan KPR, sistem bunga adalah hal yang perlu dipertimbangkan selain besar suku bunga. Baca Tabel Angsuran KPR Mandiri Syariah

Kuncinya adalah selalu cermat dan semangat untuk mempelajari KPR Anda. Sebab tentunya keputusan KPR ini akan berpengaruh pada kehidupan Anda selama masa pengembalian KPR.

Advertisements
Load More Related Articles

Tinggalkan Balasan