Home Keuangan Apa Bisa Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah Atas Nama Orang Tua Yang Sudah Meninggal

Apa Bisa Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah Atas Nama Orang Tua Yang Sudah Meninggal

5 min read
0
0
Apa Bisa Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah Atas Nama Orang Tua Yang Sudah Meninggal

Artikel yang satu ini akan membahas bagaimana pinjaman jaminan sertifikat rumah atas nama orang tua. Sertifikat merupakan tanda bukti suatu kepemilikan baik itu kepemilikan contohnya kepemilikan  rumah.

Pembuatan sertifikat sangatlah penting, hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada pemilik aset sehingga dapat dengan mudah bisa membuktikan atas kepemilikan rumah tersebut.

Selain itu sertifikat juga dapat membantu mempermudah pemerintah memperoleh informasi untuk kebutuhan pendataan.

Advertisements

Dengan adanya sertifikat rumah, pemilik juga bisa mempergunakannya untuk mengajukan peminjaman dengan jaminan sertifikat rumah.

Kemudian bagaimana sertifikat yang digunakan bukanlah atas namanya sendiri melainkan nama orang tuanya? Berikut sedikit ulasannya.

Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah Atas Nama Orang Tua

Melakukan pinjaman baik kepada bank maupun pegadaian tentu memiliki syarat dan ketentuan. Salah satunya kepada nasabah yang ingin meminjam uang dengan jaminan sertifikat rumah baik atas namanya sendiri maupun atas nama orang lain.

Sebagai contoh sertifikat atas nama orang tua, pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat atas nama orang tua hanya bisa dilakukan jika orang tuanya masih hidup atau salah satunya yang masih hidup.

Kemudian orang tuanya harus bersedia menandatangani surat pernyataan yang menjadi bukti bahwa pemilik rumah tersebut bersedia jika sertifikat rumahnya menjadi jaminan.

Namun berbeda kasusnya jika melakukan pinjaman jaminan sertifikat rumah atas nama orang tua yang merupakan warisan sepeninggal orang tua. Baca Pinjaman Bank Syariah Untuk Beli Rumah

Advertisements

Jika warisan yang ditinggalkan orang tua ingin dijadikan sebagai jaminan peminjaman, maka harus ada upaya yang perlu dilakukan. Semisal suatu keluarga memiliki 2 orang anak, kemudian anak pertama akan mengajukan pinjaman dengan menjaminkan rumah peninggalan orang tuanya.

Maka anak yang terakhir harus ikut menandatangani kontrak peminjaman yang disediakan. Karena dengan keikutsertaan anak terakhir tersebut menandatangani kontrak, dapat menjadi bukti kesediaan anggota keluarga yang lain untuk menjadikan sertifikat rumah tersebut sebagai jaminan.

Hal ini juga dapat dijadikan bukti yang kuat untuk mencegah munculnya sengketa atau juga perebutan hak waris atas rumah tersebut.

Selain itu, peminjam juga dapat juga menggunakan surat turun waris yang nantinya dapat dijadikan untuk membuat sertifikat baru sesuai dengan nama ahli waris.

Kesimpulannya proses yang harus dilalui  jika akan melakukan peminjaman dengan sertifikat rumah sebagai jaminan memiliki syarat, ketentuan, dan membutuhkan waktu yang cukup lama terlebih lagi rumah tersebut masih belum atas namanya sendiri.

Alangkah lebih baik jika sertifikat rumah terlebih dahulu diganti dengan nama sendiri dan disertai dengan surat sebagai ahli waris.

Bagi yang ingin melakukan peminjaman dengan menggunakan sertifikat rumah sebagai jaminan harus ingat betul syarat dan ketentuan yang berlaku agar nantinya tidak ada perkara hukum yang timbul di kemudian hari. Baca Suku Bunga Pinjaman Bank BRI

Demikian sedikit pembahasan tentang pinjaman jaminan sertifikat rumah atas nama orang tua semoga bisa bermanfaat.

Advertisements
Load More Related Articles

Tinggalkan Balasan